Makna Ta'aruf dalam Film "Aku, Kau, dan KUA"

Catatan Wanda Aprilia Lestari


Film 'Aku, Kau dan KUA' merupakan film yang terinspirasi dari sebuah novel best seller dengan judul yang sama. Film ini menceritakan tentang perjalanan kisah cinta halal yakni dengan taaruf. Mengenal seseorang tanpa harus melewati pacaran yang tidak realis. Disutradarai oleh Monty Tiwa dan rilis pada 11 September 2014 silam.


Jalan cerita sendiri diawali dari pernikahan Fira dan Lando yang gagal menikah. Karena, Fira terkejut bukan main setelah mendengar pengakuan Lando, calon suaminya bahwa ia pernah tidur dengan sejumlah wanita, sesaat sebelum prosesi ijab Kabul dipernikahan mereka. Dibantu oleh sahabatnya Uci, Fira melarikan diri dan menghilang karena tidak ingin mendengar komentar atau anggapan buruk dari banyak orang bahwa ia gagal menikah.


Deon yang sedari dulu memendam cinta kepada Fira, tidak sengaja bertemu dengan Fira. Ia pun mengungkap perasaannya ke Fira. Fira menolak untuk menjalin hubungan lebih dengan Deon. Menurut Fira, hubungan persahabatan yang sudah bertahun-tahun itu akan pecah jika mereka berpacaran. Ditambah, ia menganggap bahwa Deon tidak memikirkan situasi saat itu dimana Fira baru saja gagal menikah dengan Lando yang sudah ia pacari enam tahun.

Fira salah paham, Deon bukan meminta untuk menjadikan pacar. Tetapi, ingin menjadikan istri dengan cara taaruf. Yakni cara untuk mengenal calon pasangan dalam Islam dengan tidak melalui pacaran. Keraguan Fira akan taaruf tergoyahkan oleh dorongan sahabatnya Uci, yang menyarankan tidak ada salahnya untuk mencoba. Akhirnya, Fira pun menerima permintaan Deon untuk melakukan taaruf.

Suatu hari, Deon mendatangi rumah Fira bersama sahabatnya Rico dan Pepi. Deon malah menggelar presentasi yang berisi kisah hidupnya sejak kecil layaknya karyawan multilevel-marketing. Bukannya terkesan akan presentasi Deon, tetapi Fira, mama Fira, dan sahabatnya justru mengantuk dibuatnya.
Mona sahabat Fira dan Uci yang baru diputuskan oleh pacarnya Jerry karena Mona yang tidak mau disentuh sama sekal, juga bersemangat untuk mendapatkon calon suami yang baik dan sholeh dengan memulai untuk berhijab.

Sementara Uci yang memang sudah lama berhijab, ia memilih untuk mengejar beasiswa S2 ke Jerman sambil menunggu adanya seseorang yang mengajaknya untuk membawa ke pelaminan. Uci sendiri memilih taaruf untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebelum menikah. Film ini mengangkat kehidupan remaja sehari-hari, seru dan mengenalkan kita apa itu taaruf.

Banyak kalimat yang benar-benar menyentil kehidupan kita, pesan-pesan positifnya dikemas dengan begitu menarik, tidak bosan untuk melihatnya, sangat berkualitas semoga diterima dengan baik oleh semua penonton.

Monty Tiwa menegaskan, dalam bukunya sudah secara gamblang digambarkan tentang Taaruf. Kemudian, Monty Tiwa mengaku berusaha mengemasnya menjadi tontonan yang apik, menghibur dan mengedukasi.


Film ini mengangkat kisah hidup yang terjadi dikehidupan remaja sekarang. Isinya seperti film panduan sekaligus motivasi cara menemukan pasangan dan menikah dengan cara Islami. Tidak soal jodoh pernikahan saja, rangkaian adegan juga menyinggung fenomena yang marak pada saat ini, seperti fenomena hijab dan sosialita. Namun, Kelengkapan para tokoh ini tidak menonjolkan pemeran yang paling kuat karena semua bisa dikatakan memiliki porsi adegan yang sama.

0 komentar: