Perjalanan Robot Wanita dalam Film “Cyborg She”

Catatan Evi Nurafiyanti

Film ini bercerita tentang sebuah robot manusia berbadan wanita dari abad ke 21 pergi ke abad 20, tepatnya pada 65 tahun yang lalu. Alasan robot wanita itu pergi ke 65 tahun yang lalu adalah untuk menyelamatkan penciptanya, Jiro umur 29 tahun. Robot wanita itu diberikan misi oleh Jiro untuk menyelamatkan dirinya sendiri di tahun 2009, pada tahun itu, Negara Jepang tengah dilanda gempa bumi yang sangat besar hingga menewaskan jutaan jiwa penduduk jepang, termasuk juga dirinya pun hamper tewas. Namun beruntung  dirinya hanya tertimpa reruntuhan, karena itulah akhirnya dia mendapatkan sebagian dari wajahnya hancur, sampai saat tiba masa tuanya, dia hanya bisa bergerak denga dibantun oleh alat canggih, karena bandanya pun mulai tidak bisa digerakan, mungkin itu dampak dari luka yang dia alami di bagian kepala.

Oleh karena itu, Jiro menyesal dan tidak ingin masa tua dirinya berakhir seperti itu, yang hanya bisa bergerak dengan bantuan alat, maka dari itu dia mengirim robot wanita ke masa lalu untuk mengubah nasib yang dia alami sekarang. Nasib yang ingin dia ubah adalah ingin menjadi manusia normal tanpa alat.

Saat robot wanita itu dikirimkan kepada jiro muda dan hidup bersama, diam-diam dirinya pun mulai menyimpan perasaan pada robot tersebut, karena robot wanita itu memiliki sifat yang baik yang membuat Jiro menyukainya.

Sebelum gempa bumi datang, Jiro sempat kesal pada robot tersebut, saat itulah Jiro menyuruhnya untuk kembali pergi ke masa depan. Saat gempa bumi dasyat berlangsung, robot wanita itu tiba-tiba kembali untuk menyelamatkan dirinya, Karena kewajibannya adalah melindungi Jiro, robot itu pun menyelamatkan diri-nya dari gedung-gedung yang runtuh yang akan menimpanya, sampai saat gedung yang sangat besar runtuh, Jiro pun didorong dengan keras oleh robot wanita itu agar Jiro tidak tertimpa, namun naas, robot wanita itu malah tertimpa gedung yang seharusnya menimpa dirinya.

Dorongan yang begitu keras membuat Jiro jatuh, saat dia akan bangkit, tiba-tiba bumi pun terbelah, Jiro pun jatuh ke bawah bumi. Robot itu harus segera menyelamatkan Jiro, jika tidak Jiro akan mati dan misinya gagal, namun sayang Robot itu tida bisa bangkit karena reruntuhan gedung menimpa tubuhnya.

Karena dia harus tetap menyelamatkan Jiro, dengan keadaan yang seperti itu maka dia dengan sengaja membelah tubuhnya menjadi dua dan meningalkan sebagian tubuhnya yang tertimpa dibawah reruntuhan untuk menyelamatkan Jiro. Ketika Jiro terselamatkan dan berhasil naik ke atas tanah, Jiro terkejut melihat robotnya telah tidak memiliki setengah dari tubuhnya.

Gempa masih berlangsung, robot itu melihat gedung di hadapannya akan roboh seluruhnya, saat itu dia melihat Jiro yang terdiam di dekatnya, robot itu berpikir, jika Jiro tidak menyingkir, maka dia akan mati tertimpa reruntuhan gedung tersebut, dengan cepat robot itu kembali mendorongnya supaya Jiro tidak terkena reruntuan itu.

Robot wanita itu hanya bisa menyelamatkan Jiro saat gedung itu mulai runtuh, saat gedung itu benar-benar runtuh, Robot itu tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri karena kaki yang dia miliki sudah tidak ada. Pada akhirnya robot itu lenyap dibawah reruntuhan gedung. Jiro hanya bisa pasrah dan menyesal tidak bisa menyelamatkannya.

Saat gempa sudah berhenti, Jiro mencari tubuh robot wanita itu ditumpukan reruntuhan sampai akhirnya robot itu ditemukan dalam keadaan mati.

Jiro mengambil Robot itu untuk dia perbaiki kembali, sampai akhirnya butuh waktu 61 tahun untuk mengembalikan robot itu agar bisa kembali seperti semula dengan komponen yang lengkap.

Akhirnya masa tuanya kini berubah dan tidak dibantu oleh alat, kini dia pun hidup bahagia bersama robot wanita yang telah dia perbaiki selama 61 tahun.
         
    Film yang menggunakan teknik alur campuran ini Sedikit rumit untuk dipahami, secara logika, masa yang akan datang sudah tidak bisa diubah kembali oleh kita, mengubah berarti menghilangkan apa yang akan terjadi dan siapa di masa depan itu, namun dalam film ini, masa depan bisa diubah dan tidak menghilangkan sesuatu apa yang akan terjadi dan siapa nantinya di masa depan itu.

             Meski demikian, efek visualisasi gambar yang bagus seperti nyata dan sseperti bukan hasil efek komputer. Kisah ini seperti membawa kita ke masa depan pada abad 21 dan 22 dimana kemajuan teknologi terasa pada masa itu.


3 komentar:

  1. The film is very good. the story is not forgotten.

    BalasHapus
  2. Terimakasih atas artikel anda yang menarik dan bermanfaat.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di
    Pusat Studi Teknologi Sistem Informasi

    BalasHapus
  3. Mbk tolong jelaskan dong ending filmnya, soalnya Ak agak ngk mudeng hehe,,, plis balas ya

    BalasHapus