Ada Pesan Moral Dalam Pertunjukan Longser

Oleh SITI MARYANTI

Seperti yang kita tahu bahwa longser itu memiliki makna tersendiri, sebelum memasuki hasil simak longser, ada baiknya diungkap sedikit dulu tentang pengertian longser. Longser adalah teater tradisional yang bertajuk komedi, didalamnya terdapat unsur seperti, musik yang berasal dari alat musik tradisional seperti kendang, tari tradisional seperti jaipong, dan tak luput dialog ringan yang isinya mengandung humor.
Sedikit bercerita, suasana saat berada di lokasi shooting. Sebelum acara tengah dimulai, penonton tengah duduk manis dengan beralaskan karpet berwarna hijau. Para crew yang bertugas bergegas melaksanakan tugasnya masing-masing, ternyata sebelum proses pengambilan gambar dimulai microfon yang tergantung di atas diturunkan terlebih dahulu dan diposisikan untuk tidak terambil kamera.
Ketika pertunjukkan akan segera dimulai para pemain musik dianjurkan untuk memakai bedak terlebih dahulu, dan pemeran longser di pastikan harus ada semua. Ketika proses pengecekan sound dan musik tengah siap maka disanalah para crew mengacungkan ibu jarnya sebagai pertanda tengah siap semua.
Saat pertunjukkan dimulai kami terkesima melihatnya pemeran dengan ahli memerankan bagiannya masing-masing dengan aksi yang mengundang tawa penonton. Saya mendapat sedikit bocoran dari pak Dhipa bahwa yang diperankan oleh mereka itu tidakah melakukan latihan terlebih dahulu, berarti mereka memang orang-orang yang tengah handal di kelopak mata kita. Dengan banyaknya pengalaman yang kita peroleh, hal itu bisa kita jadikan suatu motivasi untuk membangun diri ini menjadi pribadi yang lebih baik.
 
Alur cerita maju yang dibawakan atas ide yang dimiliki oleh kang Zenal M.Tonton  mengkisahkan tentang seorang calon Kepala Desa yang berharap penuh akan terpilih menjadi Kepala Desa dengan melakukan penyuapan uang kepada MK sebesar 3 Miliar, akan tetapi harapan menjadi kepala desa pun lenyap ketika dirinya mengetahui bahwa sosok kepercayaannya malah memberikan uang kepada orang yang salah, MK yang anak buahnya maksud malah kepanjangan dari Mang Kardun seharusnya Mahkamah Konstitusi.
Sinopsis lengkapnya Pak Aep selaku calon Kepala Desa datang sambil menggerutu. Dia tidak terima apabila dirinya kalah dalam pemilihan kepala desa. Omoh selaku istrinya berusaha menenangkan Pak Aep. Tapi Pak Aep malah marah-marah pada istrinya dan menuduh istrinya salah menunjuk tim sukses. Tak lama kemudian datanglah tim sukses pilihan istrinya itu, yaitu Barlin dan Kabayan. Kedatangan mereka dimintai pertanggungjawaban oleh Pak Aep karena telah gagal mensukseskan dirinya.
Barlin dan kabayan menjelaskan bahwa mereka telah menjalankan tugasnya dengan baik. Barlin berpendapat bahwa ada kecurangan dalam penghitungan suara. Maka  Pak Aep pun menelefon  MK dengan meajukan harapan dirinya bisa memenangkan pemilihan pilkades nanti, akan tetapi  MK minta sejumlah uang sebesar  2 miliar. Pak Aep merasa bingung karena tidak mempunyai uang sebesar itu. Akhirnya Pak Aep meminjam uang pada Bos Ogo sejumlah 3 miliar. Bos Ogo setuju dengan syarat semua proyek Pak Aep diberikan pada bos Ogo. Setelah disepakati, bos Ogo memberikan sejumlah uang yang diminta.
Pak Aep menyuruh Barlin dan Kabayan memberikan uang tersebut pada MK. Akhirnya mereka berdua berangkat mendatangi rumah kediaman sepasang suami (Mang Kardun) istri (Amoy) yang sedang susah keungannya, ketika sepasang suami istri sedang meratapi kesedihannya, datanglah kedua bawahan Pak Aep, mereka datang untuk memberikan uang  sejumlah 3 miliar  tersebut pada Mang Kardun. Mang kardun bingung dan menanyakan untuk apa uang tersebut. Kemudian Barlin menjelaskan bahwa uang itu sebagai pengganti apabila Mang Kardun bisa  meloloskan dan mendukung pak Aep sebagai kepala desa.
Disisi lain, Pak Aep dan istrinya merasa senang karena sebentar lagi keinginannya sebagai kepala desa akan terwujud. Tak lama kemudian, Bos Ogo dan kedua bodyguardnya yaitu sandi dan sarkim datang, dan marah besar  pada Pak Aep karena telah menipu dirinya. Namun, Pak Aep menjelaskan bahwa dirinya benar bertujuan ingin menjabat sebagai kepala desa. Akan tetapi, sidang di MK nya  pun belum dilaksanakan.
Boss Ogo menerangkan bahwa besok ada pelantikan kepala desa. Dan ternyata yang dilantik bukanlah Pak Aep. Kemudian Pak Aep terkejut dan tidak percaya. Padahal dia sudah memberikan uang sogokan pada MK. Pak Aep pun memanggil barlin dan kabayan. Setelah barlin dan kabayan datang, Pak Aep langsung menanyakan uang  untuk menyuap MK dikemanakan?.. Barlin menjelaskan bahwa uang tersebut sudah diberikan pada Mang Kardun sesuai perintah Pak Aep. Lantas Pak Aep marah besar karena tidak menyuruh memberikan uang tersebut pada Mang Kardun. Tapi harus diberikan pada Mahkamah Konstitusi. Barlin memaparkan bahwa MK menurutnya itu adalah singkatan dari Mang Kardun.

Perwatakan :
1.       Pak Aep sebagai calon kepala desa
Curang, teledor, humoris, dan penuh ekspresi
2.       Omoh sebagai istri dari pak Aep
Humoris, lucu, dan centil
3.       Barlin sebagai anak buah Pak Aep
Ceroboh, jujur, dan bodor
4.       Kabayan sebagai anak buah Pak Aep
Polos, Jujur dan konyol
5.       Bos Ogo sebagai pemilik uang
Sombong, manja, dan tidak kenal toleransi
6.       Mang Kardun sebagai penerima uang
Ceroboh, baik, pengambil kesempatan
7.       Amoy istri dari mang Kardun
Pengeluh dan cerewet

Pesan Moral :
            Sebagai manusia hendaklah kita bersikap jujur, dan sebaiknya tidak melakukan kecurangan dalam bersaing dengan melakukan semacam penyogokkan karena hal tersebut dapat merugikan diri kita sendiri. Dari kisah diatas, dapat pula kita petik hikmahnya selain kita harus bersikap jujur kita juga jangan sembarangn bertindak untuk mengambil resiko yang cukup besar. Selain itu, kita juga janganlah mempercayai seseorang yang belum tentu dapat kita percaya, percayalah kepa orang yang tentunya mengerti dalam bidang yang digelutinya dan percayalah pada diri kita sendiri. Ada baiknya kita juga bisa mempercayainya. Akan tetapi, kita juga harus memantau sejauh mana kinerja mereka bagus kah? Jujur kah? Baik kah? Atau teledor kah? Hal itu perlulah di selidiki terlebih dahulu khususnya bagi sosok pemimpin yang ingin mempercayai seseorang.

Kelebihan :
Dalam segi memulai acara semuanya tertata dengan baik, cara menyapa audience sangat enak dan pembawaan pemain dalam memerankan perannya menarik untuk kita simak. Semuanya terkemas dengan baik, pemain longser belum lama tampil saja sudah dapat mengundang tawa penonton, seolah dibawakan secara natural. Kelebihan lainnya terlihat saat pengambilan gambar tidak diulang berkali-kali hanya sekali saja semuanya berjalan dengan baik.

Kelemahan :
Saat memulai tarian yang diiringi dengan musik, di tengah moment berlangsungnya tarian, musik mati sesaat, hal itu sebaiknya dihindari apabila musik terhenti seketika membuat sang penari ikut terhenti seketika mencari dan mengharapkan musik berjalan kembali dan bisa jadi membuyarakan konsentrasi penari penari.

0 komentar: