Bila Waktu Tlah Memanggil

Penyanyi : Opick

Pencipta Lagu: Opick

Bagaimana kau merasa bangga Akan dunia yang sementara Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi Meninggalkan dirimu
Bagaimanakah bila saatnya Waktu terhenti tak kau sadari Masikah ada jalan bagimu untuk kembali Mengulangkan masa lalu
Dunia dipenuhi dengan hiasan Semua dan segala yg ada akan Kembali pada-Nya

Reff:

Bila waktu tlah memanggil

Teman sejati hanyalah amal

Bila waktu tlah terhenti

teman sejati tianggalah sepi



Isi pesan dakwah dalam lagu “Bila Waktu Tlah Berakhir”
Dalam lagu tersebut ada sebuah lirik yang menyebutkan “Bila waktu telah berakhir teman sejati hanyalah amal, bila waktu telah berakhir teman sejati hanyalah sepi”. Lirik tersebut sangat mengandung makna yang begitu dalam. Bahwa bila waktu yang kita lewati dan kita nikmati selama ini akan berakhir dan akhir dari waktu yang kita jalani di dunia ini adalah kematian. Kematian adalah akhir dari perjalanan kita selama hidup di dunia ini dan akhir dari kematian adalah amal perbuatan yang kita lakukan semasa kita hidup di dunia ini.
Begitu sepi tidak ada yang akan menemani kita ketika waktu telah berakhir. Orang yang kita banggakan, orang yang kita cintai, dan orang-orang yang selalu mencintai kita tidak akan pernah menemani kita ketika waktu kita yang kita jalani di dunia ini telah berakhir. Hanya kesepian yang akan menemani kita dan hanya amal baik pula yang akan menjadi penolong kita ketika waktu kita telah berakhir. Kehidupan di dunia ini hanyalah sementara, tidak akan ada yang abadi di dunia ini, semuanya pasti akan berakhir. Semua yang kita lakukan dan semua yang kita kumpulkan selama di dunia ini tidak akan pernah menemani kita ketika kita sudah tiada. Ada banyak waktu yang bisa kita lewati dan kita nikmati dalam hidup ini, tetapi perlu selalu kita ingat bahwa sesungguhnya waktu yang kita nikmati ini pasti akan berakhir.
Sehingga lirik tersebut dapat diartikan bahwa sesungguhnya amal baik yang kita lakukan di dunia inilah yang akan menjadi teman kita sekaligus penolong kita ketika kita sudah berada di alam kedua (alam kubur). Jadi, sudah sepantasanya kita untuk senantiasa mengisi waktu yang kita jalani ini dengan berbagai perbuatan yang bermanfaat serta menjadi kebaikan yana akan menjadi teman kita di waktu yang akan datang. Janganlah kita menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan Allah kepada kita.***(Siti Tarwiyah)

===================================

Lirik pertama lagu di atas merupakan sebuah sindiran pada sifat manusia yang selalu sombong dengan apa yang dimilikinya. Jika manusia sudah memiliki apa yang diinginkan, maka akan cenderung mempertahankannya, membanggakannya dan menunjukkannyapada orang lain atau bisa disebut dengan ria. Apa yang dibanggakan oleh manusia tersurat pada lirik kedua. Ternyata yang dibanggakan manusia adalah dunia yang dipenuhi keindahan yang fana. Keindahan dunia yang semu membuat manusia lupa akan kehidupan yang sebenarnya di akhirat kelak. Padahal dunia hanya persinggahan manusia untuk sementara. Manusia di dunia hanya pengembara yang diberi waktu singkat oleh Allah untuk mengumpulkan amal sholeh.
Lagu ini mengingatkan kita semua untuk tidak membanggakan diri terhadap kehidupan dunia yang sementara dan senantiasa beramal sholeh, karena yang menemani kita nanti adalah amal sholeh kita yang kita lakukan di dunia. Tak ada yang patut kita banggakan di dunia ini, karena keindahan dunia itu hanya semu dan sementara. Tugas kita di dunia tak lain hanyalah melakukan amal sholeh, melakukan amar ma’ruf nahyi munkar karena segala yang kita miliki akan kembali pada Allah. Dan di alam kuburpun kita akan sendirian menghadapi pertanyaan malaikat maut. Hanya amal sholeh yang akan menyelamatkan kita.***( Rifa’atul Mashfufah Husna)


0 komentar: