Longser Sangat Kental Dengan Improvisasi

Oleh Risma Ghinayatul M
Dari awal produksi, bisa terlihat dari segi persiapan antara pemain dan crew yang lain, saling kerjasama, juga membagi tugasnya masing-masing. Hal tersebut dilakukan agar acara yang akan berlangsung nanti berjalan sesuai dengan alurnya.
 Tak heran para crew yang lain saling sibuk dengan tugasnya masing-masing. Namun yang sangat disayangkan, saya sendiri bingung untuk menentukan mana saja tugas yang dipegang oleh setiap crew yang betugas. Dari hal yang terkait dengan pembagian tugas sebelum atau berlangsungnya acara.
Dapat dilihat dari segi pengkondisian acara, dari mulai cek sound, pengkondisian para penonton, pemain, penataan panggung, persiapan semua pemain dan yang lainnya, sudah menggambarkan kesiapan mereka untuk melangsungkan acara. Dengan demikian, kerjasama yang dilakukan sangatlah berpengaruh pada kesuksesan acara.
Pada hari Rabu, tepatnya pada tanggal 23 oktober di jalan Cibaduyut no.269 Bandung. Mahasiswa mengadakan kunjungan ke salah satu stasiun Televisi untuk mengetahui bagaimana berjalannya produksi yang nanti akan di tayangkan. Kunjungan yang mereka lakukan adalah untuk mengetahui bagaimana proses berlangsungnya acara, dari mulai persiapan sampai acara berlangsung.
Pelaksanaan Kunjungan mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) angkatan 2011 ini, didasari pada acara kunjungan dengan program sebagai mata kuliah Produksi Siaran Televisi, sebagaimana dikemukakan  dalam tujuan kegiatan, hal ini ditujukan agar setiap mahasiswa melihat kondisi aktual lapangan kerja dari jarak dekat dan berdialog langsung dengan pimpinan beserta jajarannya.
Acara yang berlangsung pada waktu itu adalah sebuah teater sunda yang disebut dengan Treatment Longser dengan judul “Katurug Katutuh” yang artinya “Sudah jatuh Tertimpa tangga”.
Mahasiswa yang bekunjung kesana bisa dapat melihat secara langsung, proses berlangsungnya acara, sehingga mahasiswa bisa lebih tau awal dari mulai persiapan hingga selesainya produksi.
Para mahasiswa sangat antusias dalam mengikuti acara, walaupun hanya menjadi penonton, tapi sedikitnya mereka tau bagaimana proses dari produksi yang dilakukan oleh para crew.
Treatment Longser
Treatment Longser yang dibawakan oleh para pemain bisa kita lihat dari mulai persiapan antar pemain sampai kolaborasi mereka dengan lawan mainnya. Sebelum berlangsungnya acara, terlebih dahulu mereka mempersiapkan penampilan mereka hanya dengan membaca naskah yang telah di berikan pada tiap-tiap pemain. Mereka hanya membaca naskah saja tanpa melakukan latihan rutin, yang mereka lakukan hanya berkumpul dan mengaplikasikan setiap peran yang sudah ditentukan dalam naskah. Hebatnya mereka, tanpa melakukan latihan rutin, mereka bisa langsung mengaplikasikan perannya masing-masing. Para pemain longser harus banyak berimprovisasi dalam acting dan dialognya.
Ketika acara akan dimulai, terlebih dahulu pembawa acara mengatur jalannya acara, dari mulai pengkondisian penonton, pemain, pemain musik dan yang lainnya. Berlangsunglah acara longser itu dengan di awali oleh tarian tradisional yang disebut dengan “jaipong”.
Setelah selesainya tarian tersebut, masuklah seorang laki-laki paruh baya yang sedang pusing memikirkan masalahnya karena tidak terpilihnya dia menjadi Kepala Desa, dia bernama Pak Aef, dialah yang menjadi tokoh utama dalam cerita itu. Dengan ditemani oleh tokoh pendukung yang menjadi lawan mainnya, diantara tokoh tersebut adalah
1.       Omoh : sebagai Istrinya pak Aef
2.       Barlin : sebagai asistennya Pak Aef
3.       Kabayan : sebagai anak buahnya Barlin
4.       Bos Ogo : sebagai orang yang banyak harta
5.       Mang Kardun : sebagai orang miskin
6.       Amoy : sebagai istrinya Mang Kardun

Para tokoh di atas adalah sebagian dari peran yang ada dalam naskah, mereka memerankan perannya masing-masing sesuai yang terkait dalam naskah. Mereka saling berkolaborasi satu sama yang lainnya, juga saling mendukung dalam berbagai hal.
Longser ini menceritakan tentang seorang calon Kepala Desa yang ingin terpilih menjadi Kepala Desa. Namun dari proses pemilihan Kepala Desa tersebut terjadi kecurangan dalam perhitungan suara, sehingga hal tersebut menjadi salah paham antara Pak Aef dengan anak buahnya.
Setelah mengetahui kecurangan yang terjadi pada, Pak Aef memarahi anak buahnya, dan meminta pertanggung jawaban atas kekalahannya menjadi Kepala Desa. Pak Aef memerintahkan anak buahnya untuk menghubungi MK, supaya dia diangkat menjadi Kepala Desa, setelahnya dihubungi, MK malah minta uang suap sebesar 3 Milyar.
Anak buahnya memberitahukan kepada Pak Aef terkait hal suap itu, kemudian Pak Aef menyuruh anak buahnya untuk meminjam uang kepada Bos Ogo. Diberilah uang tersebut dan diberikannya kepada MK.
 Setelah itu  Pak Aef tetap memarahi anak buahnya karna dia tetap saja gagal menjadi Kepala Desa, entah apa yang menjadi kendala gagalnya Pak Aef menjadi Kepala Desa, langsung saja dia minta penjelasan kepada si Barlin dan Kabayan terkait uang yang diberikan pada MK.
Anak buahnya menjelaskan berikut uang yang diberikan pada MK, dan ternyata uang yang mereka berikan salah sasaran, yang harusnya diberikan kepada MK (Mahkamah Konstitusi) malah diberikan pada MK (Mang Kardun). Karena si Barlin hanya tau MK itu singkatan dari “Mang Kardun”.
Bos Ogo beserta bodyguard nya menemui Pak Aef untuk membicarakan uang yang telah diberikan, tapi Bos Ogo malah marah-marah, karena uang yang dipinjamkan sama sekali tidak menjadikan Pak Aef sebagai Kepala Desa. Bos Ogo menagih kembali uang yang dipenjam oleh Pak Aef, tapi Pak Aef dan anak buahnya malah lari, dan akhirnya di kepung dan diberi pelajaran oleh bodyguardnya.

Pelajaran yang dapat kita ambil terkait masalah tersebut :
a.       Harus menjadi orang yang jujur
b.       Menerima kekalahan
c.       Jangan ceroboh
d.       Jangan lari dari masalah

0 komentar: