Menonton Siaran “LONGSER” di TVRI Jawa Barat

Oleh SOFA NURJAJILAH

Longser adalah salah satu jenis teater rakyat tatar Sunda. Dan longseer yang ada di program siaran tvri ini merupakan drama komedi yang berpijk kepada drama tradisional sunda longser. Penampilan longser di sesuaikan dengan media televisi dan kemajuan zaman, meskipun begitu tidak meninggalkan unsur-unsur longser. Yaitu, musik, tari dan dialog (bobodoran). Tujuan program longser itu sendiri mendekatkan drama tradisi longser kepada masyarakat jawa barat dan memberikan informasi melalui drama komedi.

 

Longser mengalami puncak kejayaan dalam kurun waktu 1920-1960 yang dikenal ialah Longser Bang Tilil,tumbuh kelompok-kelompok Longser seperti Bang Soang,Bang Timbel,Bang Cineur (dari Ciamis). Menurut Kirata Longser Long ( melong) dan ser ( rasa / gairah seksual ) . Kelompok terkenal asal daerah kab Bandung adalah kelompok ateng Japar dengan Pancawarnanya menguasai daerah Kab. Bandung seperti daerah Pangalengan , Banjaran , Soreang, dan lainnya.[1]

 

Sruktur Longser biasanya terdiri dari :[2]

  1. Tatalu dengan lagu Gonjing sebagai bewara bahwa pertunjukan Longser
  2. Kidung sebagai bubuka yang dianggap memiliki kekuatan magis untuk upaya pertunjukan lancar juga disisi lain kidung dipakai lagu persembahan pada arwah nenek moyang kidung biasanya dinyanyikan oleh ronggeng yang perkembangannya dinyanyikan oleh Sinden.
  3. Munculnya penari-penari yang diawali dengan wawayangan ( tarian perkenalan para ronggeng dengan memperkenalkan para penari dengan julukan seperti si Batresi Oray, Si Asoy,si Geboy. goyang pinggul diistilahkan dengan eplok cendol , tari yg dibawakan adalah ketuk tilu / Cikeruhan
  4. Penampilan bobodoran dengan musik dan tarian biasanya bodor menirukan tarian ronggeng / kata-kata sehingga penonton tertawa
  5. Pertunjukan Longser memainkan sebuah lakon yang diambil dari  kehidupan seharian seperti perkawinan, pertengkaran, perceraian . Setiap cerita dibawakan dengan penuh canda, atau banyolan khas lokal.

 

Analisa program siaran drama komedi “LONGSER”

            Program siaran “Longser” tayang setiap hari senin pukul 18.00 WIB. Yang di sutradarai pak zenal. Candaan yang segar membuat program ini selalu di nanti masyarakat sunda atau masyarakat daerah jawa barat sendiri. Program ini di tayangkan untuk semua khalayak termasuk anak-anak itupun harus di bawah bimbingan orang tua.

            Rabu tanggal 20 oktober 2013 tepat pukul 12.00 siang kami mengadakan kunjungan acara longser dan di perbolehkan untuk menjadi penonton drama komedi tersebut. 10 menit sebelum shooting pemandu acara memberikan wejangan terlebih dahulu tentang mekanisme siaran itu berlangsung. Walaupun bukan acara berlangsung program ini tetap berjalan sesuai dengan mekanisme produksi dengan penuh keseriusan yang di sisipkan sedikit gurauan untuk mencairkan keadaan.

            Lampu-lampu besar dengan jumlah lebih dari 40 buah memenuhi ruang studio. tak lupa dengan kamera-kamera besarnya. Properti yang digunakan di simpan dan di tata rapi. Sejumlah pemain musik atau gamelan beserta sinden ikut hadir di atas panggung.

5...4...3....2...1

Shooting pun di mulai. Tema drama komedi saat itu “Sudah jatuh tertimpa tangga pula” . cerita ini mengisahkan tentang seorang lelaki yang bernama Aep Saepulloh, yang telah mencalonkan diri sebagai kepala desa. Lelaki ini mempunyai seorang istri bernama Amoh, wanita berpostur tubuh pendek ini adalah wanita yang sangat baik dan sabar selalu menemani Aep dalam suka maupun duka. Aep sang lelaki yang menyalonkan diri sebagai kepala desa dibantu oleh 2 asistennya. Akan  tetapi aat itu dia tidak memiliki dana untuk melakukan kampanye pada warga desa. tak, lama kemudian dia meminjam uang senilai 3 Milyar kepada Bos Ogo. Bos ogo pun memberikan uangnya dengan syarat Aep mampu memberikan keuntungan baginya berupa berjalannya proyek yang sedang Bos Ogo kerjakan. Saat uang sudah di tangan asisten pribadinya Aep memberikan amanat agar uang tersebut di berikan pada MK. Kemudian, MK pun menerima uang tersebut dengan penuh kegembiraan dan rasa kaget. Saat Aep menanyakan uang tersebut. Asistenya menjawab bahwa uang terssebut telah mereka berikan kepada MK alias Mang Kardun. Sontak Aep pun kaget dan tak bisa berbuat apa-apa. Pasalnya seharusnya uang tersebut di berikan kepada Mahkamah Konstitusi BUKAN Mang Kardun. JJJJJ

·         Kekurangan pada cerita ini menurut saya terletak pada akhir cerita yang kurang menegaskan pesan yang disampaikan oleh para pemain.

·         Kelebihannya pada cerita ini adalah walaupun mereka memainkan peran dengan cara yang disisipi humor tapi setidaknya kita mengerti dengan apa maksud dan tujuan yang pemain sampaikan. Caan daan yang segar membuat para penonton selalu tertawa. Dan terkadang para pemain selalu memberikan intraksi kepada penonton.

 

 



[1] http://pesonabandungselatan.blogspot.com/2011/11/asal-muasal-seni-longser.html

[2] ibid

0 komentar: