Rapuh


Nama Penyanyi : Opick
Pencipta Lirik : Opick
Detik Waktu Terus Berjalan Berhias Gelap Dan Terang Suka Dan Duka Tangis Dan Tawa Tergores Bagai Lukisan
Seribu Mimpi Berjuta Sepi Hadir Bagai Teman Sejati Di Antara Lelahnya Jiwa Dalam Resah Dan Air Mata Kupersembahkan Kepadamu Yang Terindah Dalam Hidupku
Meski Ku Rapuh Dalam Langkah Kadang Tak Setia Kepadamu Namun Cinta Dalam Jiwa Hanyalah Padamu
Maafkanlah Bila Hati Tak Sempurna Mencintaimu Dalam Dadaku Harap Hanya Dirimu Yang Bertahta
Detik Waktu Terus Berlalu Semua Berakhir Padamu  
            Dalam lirik lagu “Rapuh” yang dicipta serta dinyanyikan oleh Opick ini menggambarkan tentang seorang hamba yang sedang meratib kasih kepada Sang Penciptanya dikala dini hari dimana pada saat itu kebanyakan hamba sepertinya lena dibuai mimpi-mimpi yang indah. “Seribu Mimpi Berjuta Sepi, Hadir Bagai Teman Sejati”.
            Seorang hamba ini sedar akan kelemahan dan kekhilafan yang dilakukan seharian dalam hidupnya. Dimana adakalanya sebagai insan biasa, terdapat beberapa aktiviti seharian yang sedar tidak sedar kita melanggar perintah Allah.
             Dalam lirik “Maafkanlah Bila Hati, Tak Sempurna Mencintaimu, Dalam Dadaku Harap Hanya, Dirimu Yang Bertahta” juga menyatakan bahwa ada masanya kita pada suatu saat akan mengutamakan kepentingan duniawi berbanding Tujuan Utama kita dihidupkan di dunia ini yakni melaksanakan ibadah kepada Allah. Tertera dalam firman Allah dalam surah al-Anfal ayat 28 yang berarti “ Dan Ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”. Bisa jadi dalam aktivitas seharian, kita mengutamakan keinginan kita, anak kita atau keluarga kita berbanding perintah dari Allah. Namun yakinlah bahwa Allah maha penerima maaf hamba-hambanya dan Allah maha tahu apa yang dilakukan oleh setiap hamba-Nya.
Lagu ini mengajak kita menyadari bahwa sesungguhnya dalam aktivitas seharian ini adakalanya kita melakukan kekhilafan akan perintah Allah dan membawa kita sentiasa merendah diri dan tidak sombong dalam hal apapun samada hal ibadah ataupun hal keduniaan.
Dalam lagu ini juga mengajak kita melaksanakan tahajjud dalam memohon keampunan agar mendapat keredhaan-Nya. Sebelum kita akan kembali kepada-Nya kelak tanpa kita memohon keampunan atas kekhilafan kita di dunia ini karena waktu tetap akan berjalan.
Secara kesimpulan, lagu ini mengajak kita :
i)        Melaksanakan tahajjud untuk memohon keampunan dari Sang Maha Pencipta.
ii)       Bermuhasabah diri
iii)     Tidak sombong
iv)     Membenarkan aqidah yang kita yakini
v)      Manusia sentiasa melakukan kekhilafan dan manusia yang baik adalah manusia yang rendah hati dalam mohon kemaafan (Hablum minallah, Hablum minannas) serta mengambil iktibar dari kekhilafan itu.***( Mohd Syaifuddin Bin Mohd Cholil Rahman)




0 komentar: