Sekilas Mengamati Proses Produksi Longser di TVRI Jawa Barat

 Oleh Rifa'atul Masfufah Husna Alfarizh

Ketika saya menyaksikan proses produksi ke TVRI Jawa Barat, ternyata untuk menghasilkan sebuah acara itu tidak semudah yang dibayangkan. Sebelum shooting, para pengisi acara ada briefing juga ada yang latihan terlebih dahulu. Setting roomnya pun ternyata memerlukan tempat yang luas dan ruangan tinggi.
Tempat yang luas digunakan untuk panggung acara, properti dan juga lahan garapan cameramen. Sedangkan ruangan yang tinggi digunakan untuk penyimpanan lampu-lampu untuk pencahayaan dan mic gantung untuk merekam suara para pemain. Khusus untuk bagian cameramen, yang mengendalikannya harus orang yang sudah ahli atau minimal mempunyai pengalaman. Karena salah sedikit mengambil gambar, maka itu akan menjadi masalah besar yakni ditonton atau tidaknya acara itu, karena itu merupakan objek yang ditonton oleh masyarakat.

          Sebelum shooting dimulai, pengarah acara meminta penonton untuk turut berpartisipasi dalam acara tersebut. Yakni, ketika para pemain datang, kita disarankan untuk bertepuk tangan, dan ketika lawakannya lucu kita juga disarankan untuk tertawa dan mengomentari lawakan para pemain, tentunya dengan komentar yang dalam koridor batas kewajaran.
            Ketika shooting dimulai, one, two, three... action... (saat para pemain datang ke panggung acara, saat itu juga kita sebagai penonton mmemberikan tepuk tangan yang meriah). Karena kelucuan dari para pemain, setiap apa yang diperankan selalu mengandung gelak tawa para penonton. Ternyata saat shooting itu tidak sesempurna seperti saat penayangan di televisi, ada beberapa hal yang harus diatur oleh pengarah acara. Pemain yang telat datang, drama yang kurang sesuai dan lain sebagainya. Namun semua itu bisa diatur dengan baik, sehingga kita sebagai penonton tidak sadar dengan adanya beberapa kekurangan kecil itu.
            Itulah sekilas yang saya temui saat shooting dimulai, namun ketika saya ingin mengetahui proses produksi acara itu ternyata kami tidak diperbolehkan memasukinya, karena harus ada izin terlebih dahulu.

0 komentar: