Suap Menyuap Itu Diperbolehkan


Oleh Salbiyyah Harirah
Suap Menyuap diperbolehkan bagi...
**
Saya diajak melihat-lihat studio yang berada di auditorium TVRI Jawa Barat. Studio yang sudah diseting menjadi sebuah panggung berhiaskan background rumah-rumah dan tanaman. Tiga buah kamera sudah standy untuk merekam pergelaran longser. Banyak hal yang bisa di lihat di studio tersebut tetapi pada waktu itu kita hanya melihat studionya saja, tidak melihat bagaimana proses di ruang produksinya itu sendiri.
Tepat pukul 13.00 WIB, kami diminta untuk mengikuti sebuah program acara  Longser pimpinan kang Zaenal. Kang Zaenal yang bersama-sama dengan rekannya yang menghibur membawakan sebuah acara yangbergenre humor.
Pementasan teater tradisional “Longser” tersebut membawakan cerita berjudul “Katurug Katutuh” (sudah jatuh tertimpa tangga). Saat menonton acara tersebut rasa-rasanya seperti nonton lenong. Penampilan pertama dari acara ini adalah penampilan dari semua pemain yang membuka acara longser dengan tarian yang membuat penonton cukup terhibur. Penampilan dua penari cantik nan lincah,  berlenggak-lenggok memainkan tarian khas Sunda. Tidak lama kemudian, barulah para pemain longser memasuki arena, untuk menunjukan aksi humornya.
Salbiyyah Harirah
Humor yang mereka bawakan sangat kreatif, karena pada episode yang kami tonton dan ikuti, mereka menceritakan bagaimana perpolitikan di suatu kampung. Ada pemain yang berperan sebagai calon kepala desa yang kalah, sementara istrinya tak mau menerima kekalahan tersebut. Dia meminta kepada istrinya untuk sabar karena tidak jadi menjadi ibu lurah. Si ibu kecewa, dan akhirnya menyuruh tim sukses nya untuk menyogok MK agar suaminya bisa jadi kepala desa, dengan sogokan satu milyar.
Tim sukses pun pergi kepada orang yang kaya untuk meminjam uang 1 Milyar, yang akan digunakan untuk menyogok. Orang kaya itu bernama Bos Ogo. Lalu Bos Ogo memberikan uang dengan gampangnya karena dia tahu kalau calon kepala desa ini menang, dengan mudahnya akan mendapatkan kemudahan dalam berbisnis didaerah tersebut.
Tak lama kemudian si tim sukses pergi, dan menyerahkan uang tersebut kepada seorang laki-laki tua yang sedang merayu istrinya (nenek) untuk tidak marah-marah terus karena sang abah tidak bekerja dan tidak punya penghasilan. Sedang asik ngobrol, si abah dan si nenek didatangi dua orang yang mereka kenal. Si abah dan nenek itu kaget karena tiba-tiba saja mendapatkan uang segitu banyaknya. Karena dia tidak menyangka pada saat dia sedang membutuhkan uang ada orang yang memberikan uang begitu banyaknya kepada mereka. Usut punya usut, ternyata Si “Tim Sukses” ini lebih pantas disebut “Tim Gagal”. Masalahnya, uang 1 M untuk MK (Mahkamah Konstitusi), malah diberikan kepada Si Abah yang memang bernama MK (Mang Kardun).
Seolah tak percaya si nenek marah lagi pada si abah “ akang ari akang boga naon? Naha ujug-ujug aya nu mere duit, loba deuih?”
“ Nya teuing atuh, Neng, akang ge teu nyaho....” jawab si Abah.
Setalah berunding, akhirnya si abah dan nenek menerima uang itu dengan bahagia. Dua orang yang tadi memberi uangpun pulang melaporkan bahwa uangnya sudah di terima dengan baik oleh MK.
Si calon kepala desa itu pun senang dengan jawaban tim suksesnya itu.
“Nyai...” teriaknya
 “Naon, akang?”
“nyai, sakeudeng deui urang teh bakal jadi kades. Tuh duitna oge geus di bikeun ka MK.”
“ahhh... alus atuh, jadi sakedap deui abi jadi ibu kades.”
Akhir cerita, bisa dipastikan dia tidak terpilih menjadi Kades. Malah yang ada dia rugi besar karena uang yang dia pinjam harus segera dikembalikan lagi kepada Bos Ogo. Ya, begitulah...  garis besarnya tidak boleh ada suap-menyuap dalam pemilihan.
**
Suap-menyuap  hanya diperbolehkan bagi sepasang pengantin...

0 komentar: