Tomat (Tobat Maksiat)

by Wali
Dengarlah hai sobat Saat kau maksiat Dan kau bayangkan ajal mendekat Apa kan kau buat Kau takkan selamat Pasti dirimu habis dan tamat Bukan ku sok taat Sebelum terlambat Ayo sama-sama kita taubat Dunia sesaat Awas kau tersesat Ingatlah masih ada akhirat Astafighrullahal’adzim Reff: Ingat mati, ingat sakit Ingatlah saat kau sulit Ingat ingat hidup cuman satu kali Berapa dosa kau buat Berapa kali maksiat Ingat ingat sobat ingatlah akhirat Cepat ucap astafighrullahal’adzim Pandanglah ke sana Lihat yang di sana Mereka yang terbaring di tanah Bukankah mereka Pernah hidup juga Kita pun kan menyusul mereka Astafighrullahal’adzim Repeat Reff Cepat ucap astafighrullahal’adzim Repeat Reff Cepat ucap astafighrullahal’adzim Cepat ucap astafighrullahal’adzim


Dalam bait pertama dalam lirik lagu Tomat (Tobat Maksiat) secara eksplisit menyatakan “berbuatlah sesuka hatimu, namun yang harus engkau ingat, maut pasti akan datang menjemputmu”. Bait pertama dalam lirik lagu ini mengingatkan bahwa tidak ada keabadian dalam kehidupan di dunia ini, bahwa setiap makhluk ciptaa Allah SWT pasti akan mengalami kematian dan semua amal perbuatan manusia kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya.
Allah SWT dalam QS. Ali Imran ayat 185 telah menegaskan:
ð      Artinya                    : Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

“Setiap jiwa akan merasakan mati”. Sedangkan pada bait kedua, ketiga, dan keempat dalam lirik lagu ini berisi ajakan untuk bertaubat sebelum pintu taubat tertutup, mengingatkan bahwa kehidupan dunia itu fana, dan ada kehidupan yang abadi, yaitu akhirat. Ajakan untuk segera bertaubat atas segala kesalahan maupun kekhilafan ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Ali Imran: 133 yang artinya: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu.” Dan QS. Al-Baqarah: 222: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri.” Serta QS. Az-Zumar: 53-55. “Katakanlah, “Hai hamba-hamba- Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Mahapengampun lagi Mahapenyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”
Berkaitan dengan masalah taubat, Rasullullah SAW dalam beberapa haditsnya menjelaskan:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
ð      Artinya: “Semua bani Adam pernah melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang salah adalah yang segera bertaubat.” (IBNUMAJAH - 4241)
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ
ð      Artinya: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla akan menerima taubat seorang hamba, selagi ia belum sakaratul maut.” (IBNUMAJAH – 4243)
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, ia berkata, Rasulullah Sallallahu ‘Alahi Wasallam bersabda :
أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ.
ð      Artinya: “Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yakni kematian.”
Memperbanyak mengingat mati akan mendorong seseorang untuk memperbanyak amal kebaikan. Orang yang tidak beramal baik atau berbuat buruk mengindikasikan bahwa ia tidak mengingat bahwa dirinya kelak akan memasuki fase kematian. Imam ad-Daqqaq berkata, “Barangsiapa memperbanyak mengingat mati, dia dikaruniai tiga perkara: Menyegerakan taubat, hati yang qana’ah, dan semangat beribadah.”
Nilai-nilai pendidikan Islam yang dapat dipetik dari bait-bait lirik lagu Tomat (Tobat Maksiat) ini adalah bahwa dengan mengingat kematian akan mendorong seseorang untuk bersegera melakukan taubat. Cerminan dari taubat itu adalah terjadinya perubahan perilaku kearah yang lebih baik dari perilaku-perilaku sebelumnya. Agenda mengingat kematian pada dasarnya adalah upaya untuk mendidik seseorang agar memahami dan menyadari akan pentingnya taubat. Jika taubat telah benar-benar dapat diwujudkan dalam diri seseorang, maka ia akan termotivasi untuk mempraktekkan nilai-nilai pendidikan Islam yang tergambar pada terjadinya perubahan perilaku hidup yang sesuai dengan tuntunan ajaran Islam, di mana hal ini juga merupakan visi dari pendidikan Islam secara luas. Visi pendidikan Islam itu pada hakikatnya melekat pada visi ajaran Islam itu sendiri yang terkait dengan visi kerasulan para Nabi, mulai dari visi kerasulan Nabi Adam hingga kerasulan Nabi Muhammad SAW. Secara universal, visi pendidikan Islam itu adalah:
1. Membangun sebuah kehidupan manusia yang patuh dan tunduk kepada Allah, seperti firman-Nya: “Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya: “Sembahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepada-Nya. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui” (QS. al-Ankabut: 16)
2. Membawa rahmat bagi seluruh alam. Sebagaimana firman-Nya: “Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. (QS. Al-Anbiya: 107).***(Lulu Khusnul Khuluq)


=========

Dari lagu Wali ini saya tarik isi dakwah yang di sampaikannya bahwa dalam lagu ini menarik tema tobat maksiat. Rasul bersabda “Seorang mukmin jika berbuat satu dosa, maka ternodalah hatinya dengan senoktah warna hitam. Jika dia bertobat dan beristighfar, hatinya akan kembali putih bersih. Jika ditambah dengan dosa lain, noktah itu pun bertambah hingga menutupi hatinya. Itulah karat yang disebut-sebut Allah dalam ayat, “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” (HR Tarmidzi).
Ada beberapa akibat dari maksiat:
·         Akibat yang pertama adalah maksiat akan menghalangi diri kita untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.
·         Akibat yang kedua adalah maksiat akan menghalangi Rezeki.
·         Akibat ketiga, maksiat membuat kita berjarak dengan Allah.
·         Akibat maksiat yang keempat adalah kita akan punya jarak dengan orang-orang baik.
·         Akibat kelima, maksiat membuat sulit semua urusan kita.
Jadi dengan adanya berbagai akibat diatas menunjukan bahwa maksiat itu harus segera dihentikan dan cepat-cepat untuk bertobat kepada Allah.***( Agus Rahmatullah)





0 komentar: