Yang Gagal Menjadi Kepala Desa

Oleh Gina Permatasari

Katurug katutuh adalah sebuah pertunjukan Longser  yang ditayangkan di TVRI yang judulnya "katurug katutuh" atau bahasa indonesianya sudah jatuh tertimpa tangga. Katurug katutuh ini menceritakan di sebuah desa ada seseorang yang ingin menjadi kepala desa tetapi setelah menghabiskan uang banyak dia tidak menjadi kepala desa karena ada kesalahan.
Uang habis, tidak jadi kepala desa pula,  itulah masalah yang sedang dihadapi keluarga pak dono. Awalnya pak dono mendaftarkan diri menjadi kepala desa, namun ternyata pak dono tidak terpilih menjadi kepala desa.
Marah, kesal, gelisah mungkin itu perasaan pak Dono sekarang, akhirnya pak Dono melampiaskan kekesalannya pada istrinya bu Ono.
Pagi-pagi sekali, pak dono berteriak-teriak memanggil istrinya dengan penuh emosi, dengan segera bu Ono menghampiri suaminya dan bertanya, ada apa? Kemudian Pak Dono menceritakan keluh kesahnya, bahwa ia belum berhasil menjadi kepala desa. Istrinya tidak percaya kemudian segera memanggil kedua bodyguardnya sekaligus tim suksesnya.

Dengan gaya paskibra Udin dan Aep menghampiri mereka, ada apa bos? Ujar Aep dengan tegas. Sementara Udin asyik berpacaran dengan bu Ono yang tak lain Istrinya Pak Dono. Saya lagi pusing, bagaimana caranya supaya saya bisa menang dalam pemilihan kepala desa? Soalnya kemarin saya kalah. Oh itu soal gampang, tinggal minta bantuan saja ke MK . Oh emang MK bisa membantu? Tentu bisa, coba saja telpon sekarang, Udin menyodorkan Handphone.
“Hallo,
“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif,”
“Oh iya iya...”
“Oh iya iya...”
Udin, Aep dan istrinya bingung kenapa Pak Dono jawabnya oh iya iya terus,pas ditanya ternyata nomornya tidak aktif.
Sekarang giliran Aep yang mencoba menelpon dan sekarang nomernya aktif, kemudian langsung diberikan ke Pak Dono.
“Hallo..”
“Iya,”
“Begini pak, saya mau menjadi kepala desa, katanya bapa bisa membantu..”
“Oh itu gampang, asal ada uang 3Milyar bapak bisa menjadi kepala desa..”
“Yang bener pak?”
“Iya bener,”
“Yaudah kalau begitu saya akan meminjam dulu uangnya nanti dikasihkan ke bapak,”
“Oke..”
“Yasudah pak, terimakasih sebelumnya,”
“Iya samasama..”
Gimana katanya? Oh kata si beliau gampang, asal ada uang 3M alias 3 milyar saya bisa langsung menjadi kepala desa. Nah kalau begitu sekarang tinggal bagaimana kita bisa mendapatkan uang sebesar itu.
Saya ada ide, ujar Udin yang tiba-tiba bagaimana kalau kita meminjam saja kepada Pak Bos yang paling kaya dikampung.  “Ide bagus ,kalau begitu besok kita datangi dia.”
Keesokan harinya,
Pak bos dan asisten-asistennya yang berjumlah lima orang sedang olahraga, kemudian datanglah dua orang yakni pak Dono dan asistennya menghampiri mereka. Tanpa basa basi mereka langsung membicarakan tujuan kedatangan mereka yaitu untuk meminjam uang senilai 3 milyar sebagai syarat menjadi kepala desa. Tanpa pikir panjang Pak Bos langsung menyetujui permintaannya dengan syarat setelah menjadi kepala desa nanti jangan lupa sama Pak Bos dan memberikan bunga yang sangat besar ketika membayar hutangnya.
Di tempat yang berbeda ada suami istri, panggil saja Mang Kardun biasa dipanggil MK dan Bu Kardun yang sedang mengeluhkan keidupannya, katanya mereka lagi gak punya uang, maklum suaminya seorang pengangguran yang sedang mencari pekerjaan.
Tiba-tiba datanglah dua orang yang tidak mereka kenali menyerahkan koper yang berisi uang senilai tiga Milyar. Kaget, bingung, bahagia mungkin itulah perasaan Mang Kardun dan Bu Kardun saat itu, bingung harus ngapain, menerimanya atau menolaknya kalau menerima takut uang haram kalau tidak diterima sayang banget karena ada peribahasa rezeki tidak boleh ditolak. Langsung saja mang kardun menerima uang itu karena dirinya merasa lagi membutuhkan uang.
Ketika sang Bodyguard ditanya oleh bos ,apakah sudah sampai uangnya ke MK??? Oh tentu saja, semuanya sudah beres tinggal menunggu pengumuman kemenangan saja. Akhirnya sebentar lagi saya akan menjadi kepala desa hahaha , ujar Pak Dono.
Tiba-tiba diluar sana ada yang marah-marah tak jelas menghampiri mereka yang sedang asyik menunggu kemenangan tiba.
“Kalian ternyata membohongi saya !!!!!!!”
Maksud Pak Bos apa??
“Ternyata kamu sudah kalah menjadi kepala Desa dan sekarang sudah ada pemenang kepala desa, berarti kalian menipu saya, sekarang kembalikan uang saya !!!!!!!!!!!”
“Memangnya kalian memberikan uang tiga ratus juta itu kesiapa? Tanya Pak Dono”
“Kami memberikan uang itu benar ke MK, seperti yang Bos suruh, jawab Udin”
“MK yang kalian maksud memangnya siapa??”
“Mang Kardun, Bos...”
Euh pantesan saja, MK yang saya maksud itu Mahkamah Konstitusi bukan Mang Kardun !!!
Haduh, mungkin ini nasib saya uang habis, jadi kepala desa tidak jadi. Seperti peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga. Tambah sedih karena uang yang habis bukan uang sendiri melainkan hasil meminjam ke oranglain, dan sekarang tinggal membayar hutang yang bukan hanya ratusan tetapi milyaran.
Catatan:
Katurug katutuh adalah pertunjukan longser yang kental dengan budaya sunda yang menceritakan perpolitikan yang ada di indonesia, yaitu gagal ingin menjadi kepala desa karena kurangnya persiapan dan niat yang baik karena diceritakan dia ingin menjadi kepala desa karena ingin menguasai kekuasaan bukan mengayomi masyarakatnya. Terlebih uang kampanye yang dipakai bukan hasil uang sendiri melainkan meminjam kepada orang lain sehingga setelah mengetahui dirinya gagal ditambah harus membayar uang ratusan juta rupiah.
Pertunjukan longser yang berjudul katurug katutuh (sudah jatuh tertimpa tangga)  ini banyak banget pesan yang disampaikan kepada penonton salah satunya ketika kita ingin memimpin masyarakat harus diniatkan untuk memberikan kesejahteraan untuk masyarakan bukan kesejahteraan untuk diri sendiri, kemudian sebelumnya harus banyak persiapan terutama dalam masalah uang untuk kampanye tidak perlu banyak, sedikit tetapi bermanfaat untuk masyarakat dan bisa memberikan bukti atas janji-janji yang di umbar kepada masyarakat ketika kampanye.
Adapun kekurangannya  diantaranya :
1.       Dari segi acara, sepertinya kurang ada persiapan karena pas acara longsernya ada pemain  yang kurang maksimal.
2.       Kurangnya kekompakan antara pemain dan crew contohnya saja waktu acara berlangsung pemain seperti tidak tahu, dimana  harus berhenti ngomong sehingga waktu tidak bisa dimanfaatkan dengan baik.
3.       Kurangnya kekompakan antara sesama crew karena yang saya lihat mereka tidak mengenakan seragam sehingga kita tidak tahu mana penonton mana crew.
Adapun Kelebihannya diantaranya :
1.       Pertunjukannya menghibur, seru dan banyak banget pesan yang disampaikan.
2.       Pemainnya seru bisa menghibur dengan lawakannya
3.       Pesannya sampai kepada penonton
4.       Bahasa yang digunakan bahasa sunda sehingga menarik perhatian penonton

0 komentar: